Minggu, 30 Juni 2013

Teruntuk dirimu

Atas segala masalah yang datang.
Seberapa berat hal-hal itu.
Sesungguhnya itu akan menegaskan banyak hal padamu.
Terutama di balik makna
Untuk aku tetap disini oleh karnanya.
Jangan kamu merasa hina karna aku mencintaimu.
Atau aku bisa menjadi sedih dan menagisinya.

Memang....

Ada banyak yang lebih hebat dari pada kamu.
Tapi... Akan lebih hebat jika aku tetap mencintaimu.

Percayalah...

Biarakan aku menangis untuk tersenyum.
Dan ini pun karna cinta.
Aku yakin, aku tidak menjadi bodoh karna itu.

Tetaplah disini...

Dan jangan menghukum dirimu karena kelukaan ku.
Aku tidak ingin bolos dari derita.
Aku ingin benar-benar lolos dengan nilai yang memuaskan.

Maka tidak akan ku biarkan siapapun mencuri kesedihan ku.
Dan menggantinya dengan ke sia-sia an.

Aku ingin menenang kan mu.
Karna pernah meneteskan air mata.
Sperti itu kesanggupan ku.

Demikian pula...

Aku tidak akan menyudahi cinta hanya karna ketidak puasan sesaat.
Aku akan menyimak hidup, sampai di hari kita tiba di hari senang.

Ada banyak yang bertahta dari pada kedudukan mu.
Pula berharta dari isi sakumu.

Tetapi itu semua aku kenang dari beraneka ujian.
Melatih jiwaku untuk dapat mengangkat keberuntungan.

Kekasih....

Mempertahankan mu adalah caraku membanggakan anugerah tuhan.
Kamu begitu kecil dimata dunia.
Yang terlalu jelas di lihat tuhan.
Dan selalu akan aku simpan di dalam hati.
(ZH)
@emal extrect 20130630

Sabtu, 11 Mei 2013

kembali

tiap kali kau sakiti, aku memgingatnya kembali.
tak bisa di pungkiri dia selalu no 2 setelah kau.
aku benci ini, knp kita saling menyakiti jika masih saling rindu?

kau ingin aku melupakannya bukan?
maka jngan sakiti aku lagi jika kau tak ingin aku mengingatnya kembali.

sikap possesifmu terkadang membuatku muak.
kita hidup di dunia nyata sayang...
bkn dunia sinetron...
dan bkn sedang berada dlm dimensi waktu yang sama.

aku disini dan kau disana. air mata tdk bisa kau hapus kon saja sperti cerita di sinetron2 itu.

aku memang tak sempurna. harusnya kau tau itu.
entah mana yang lebih menyakitkan jika aku harus di hadapkan dengan kenyataan.
melupakan mu atau melupakan kenangan kita.