langsung aja yach,ku tulis kata tak ber aturan ini.....^^
ku check berkali-kali hasil nya tetap saja sama.test kehamilan ini mengatakan aq positive.aku bahagia,amat sangat bahagia menari nari kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah.dan aku memang mendapatkan hadiah dari tuhan,hadiah terindah yang pernah ku dapatkan.
mungkin alat ini salah,aku harus ke dokter aku tidak boleh terlalu yakin jika perkiraanku salah kecewa itu akan datang lagi.tapi aku memang benar2 berharap.
"selamat ya bu ...akhirnya anda positive hamil,janin anda sehat"Dr.anisa memeluk ku erat,senyum mengembang di bibirnya yang mungil.aku tak bisa menjawab hanya anggukan kecil yang bisa ku lakukan.mulutku ternganga lebar namun tiada suara yang keluar.ingin rasanya aku membagi bagikan duit pada semua orang yang ku temui di jalan.keingin mulia yang konyol...ahhahah...
"tumben ke kantor ma?"aku tak tau suamiku masuk ruangan dia kelihatan lelah sekali.
"gak ada,tiba2 aja kangen ya mama nyusul lah.gak ganggu kan?"jawab ku tersenyum menggoda.
ingin segera kukabarkan berita bahagia ini namun aku tak tahu musti memulainya dari mana.
"ntar dinner di luar yuuk ma"
"ok"jwab ku singkat.
suamiku menatap curiga seakan ada yang aneh dengan diriku.kupalingkan wajah pura pura sibuk dengan majalah di tangan ku.kelihan nya dia penasaran tapi tidak bertanya lebh lagi.dia melonggarkan dasi dan berjalan ke arah sofa tempat ku duduk searah jendela.
"kalo tiap hari mama nemenin disini enak nich"ujar nya sambil merebah kan kepalanya di pangkuan ku.
kelihan nya sofa ini kecil.tapi nyatanya cukup juga untuk nya merebah kan tubuh.
ku balas dengan kecupan kecil di kening nya,ia tersenyum membuat ujung ujung bibirnya tertarik ke sampin memperjelas lesung pipinya.ku pandangi wajahnya yang seperti anak kecil tertidur pulas di pangkuan ku.
"suatu saat nanti akan ada andra kecil di antara kita"batin ku,
alhamdulillah,trima kasih tuhan.
malam ini aku benar benar kenyang.nafsu makanku jadi lima kali lipat dari biasanya.hingga rasanya aku tak bisa berjalan,perut ku terasa lebih besar dari biasany,karena kekenyangan dan juga ada andra kecil dalam perut ku.
"kau juga kenyang kan nak?"dan kurasa dia mendengar bisikan ku.
sibuk makan hingga aku lupa menyampaikan berita kehamilan ini.ah payah,nanti sajalh sesampainya di rumah.
suamiku tiba tiba saja menghentikan mobilakan ketika kita dalam perjalanan pulang.
"kok berhenti?"ku layang kan pandangan ke sekeliling,lumayan sepi.
"ma...."ucapnya menggantukan pembicaraan membuatku penasaran.
"ya..ada apa?"ku tatap penuh tanya.
"kita akan punya bayi"lanjutnya,seakan ucapan itu ia keluarkan dengan menelan telur bulat bulat.
seharusnya ia katakan ini dengan senyum bahagia,bukan kah ini yang kita nanti2 kan selama 8 tahun pernikah ini?dari mana suamiku tau?ku rogoh kertas dlam tas ku,isinya masih utuh di dalam sana.atau mungkin Dr,anisa yang memberi tahunya?suaraku blum sempat keluar ketika aku ingin menanyakan hal itu padanya saat ia berkata.
"dia anakku dari wanita lain"
rasanya mobil ini terbakar seketika.aku ingin hangus saja hingga aku tak bisa merasakan pisau tak kasat mata itu merobek robek dadaku.perih..kepalaku terasa berat seolah olah di jatuhi benda ber ton ton.nyawaku seakan terlepas dari raga ini.tangannya masih kurasakan hangat menggenggam tangan ku.tapi kali ini lebih dari hangat,tapi panas seperti besi yang baru saja di angkat dari bara api.
aku merasa jijik bersentuhan dengan nya.tangan itu pernah menjamah selangkangan wanita lain.ku lepas tangan ku dengan sedikit bertenaga,dia menggenggamnya lebih erat lagi.aku muak melihat nya.
pengkhianat!
tangisku pecah,tangan ku mengelus perut berharap janinku tidak mendengar hal ini.
"maaf ma...dia bukan anak haram.aku menikahi wanita itu"jelas nya,berusaha meraih tubuh ku.
aku menghindar menjauh darinya.tak pernah ku bayangkan akan ada wanita lain dalam hidupnya walau alasan nya untuk mendapatkan keturunan.aku tidak mandul,kenapa dia tidak sabar?
ku tinggalkan suamiku dengan penjelasan penjelsan yang sudah tak ingin ku dengar lagi.
lambaian tangan ku menghentikan taksi yang melintas.tak bisa di tahan lagi tangis ku makin keras.ku tutup telinga tapi kata kata itu masih saja terdengar jelas.
"dia anak ku dari wanita lain"suara itu merdu namun membakar telinga dan semua organ tubuh ku seakan tubuh ku berhenti berfungsi.
"kenapa berhenti?"tanyaku pada sopir ketika krasakan gerobak mesin ini tak lagi bertar.
"mbak...pria yang tadi mengejar bak itu tertabrak mobil"jawab sopir itu cemas memandang jauh kebelakang.
di balik kaca aku masih bisa memandang wajahnya melihat ke arah ku,darah itu mengalir deras.
aku membencnya,amat sangat membencinya.dia sama sekali tidak menghargai pengorbananku selama ini.popularitas modelling ku tinggalkan hanya karena kau tak suka tubuhku di jamah lelaki lain di bawah perintah fotografer,beasiswa ke prancis ku tolak hanya untuk bisa menyapamu tiap pagi di area parkir kampus,di hapus dari silsilah kebangsawanan karena aku lebih memilih kamu yang saat itu hanya sales pengantar barang.kamu.....semuanya hanya untuk kamu.ku sederhanakan mimpiku mengikuti arah yang menurutku itu juga menjadi mimpimu.tapi aku salah,aku berusaha meyakinkan diriku bahwa apa yang ku ingin kan semuanya perfect ada pada dirimu,ku hapus semua kekurangan mu.ku jadikan kau indah di mata,hati,dan fikiran ku.namun ternyata sebalik nya,aq saja tak cukup untuk memenuhi semua mimpi mu hingga kau mencari wanita lain untuk mengisinya.aku tak pernah berpikir untuk mencari lelaki lain jika yang ku ingin tak ada padamu.
bangsat!!!
cukup sudah,aku tak bisa menerima pengkhianatan ini.anak ku tak perlu ayah bajingan sepertmu.kau harus tanyakan pada tuhan apa yang kau lakukan saat ini benar atau salah?dan aku akan mengantarmu untuk menemuinya.
"tidurlah nak kau tak perlu melihat apa yang akan di lakukan ibumu saat ini,dia bukan ayah mu,kau tak perlu mengenalnya,ayah mu tak akan tidur dengan wanita lain selain ibumu"batin ku menenang kan janin ku yang seoalah olah menolak apa yang akan kulakukan saat ini.
tiada yang membimbing tangan ku menuju slang bening saluran oksigen di hidung nya.aku masih waras,aku sadar,suatu saat nanti dia akan berterima kash padaku karena telah membantunya terlepas dari ranjang pesakitan ini.aku masih bisa melihat dengan jelas saat tubuh nya mengejang hebat ketika paru2 nya tak mendapat asupan oksigen.
apakah aku harus memanggil dokter?
tidak....!
dia tidak memerlukan dokter,dia butuh tuhan.dan sebentar lagi ia akan bertemu dengan -NYA.apakah aku harus minta maaf?tidak....dia yang salah.aku mundur beberapa langkah ketika tubuh nya berhenti mengejang.matanya tertutup rapat,butiran bening itu mengalir di sudut matanya.
"apa kau menyesal?"tanyaku lirih padanya yang tak mungkin menjawab tanyaku.
terlambat....
"aku tak akan pernah memaafkan mu"gumamku dlam tangis yang tak bersuara.
tubuh ku menabrak sesuatu yang baru kusadari itu adalah tembok rumah sakit.aku tak bisa mundur lagi,aku tak bisa mengulang semuanya.entah berapa lama aku berdiri dengan tangisan yang hanya tercekat di tenggorokan,hingga akhirnya semua terlihat gelap.
SELESAI
hah...!! capek ngetik akhirnya slesai pula....biarlah tanpa judul,nich cerpen pusing mkir judl yang cocok
wahahhaha,,,,,,,
dicoverybay,15 dec 2011
3:05 dini hari
#lagi ngambek ama kang emal,di tinggal lembur terus...
g perduli ma cwek na...ckckkck
awas ya.....
*entah tuh ngawasin apa an....wkwkkwk


